Senin, 08 Oktober 2012

Model, Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Taktik Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Belajar merupakan aktivitas penting dalam kehidupan manusia dan setiap orang mengalami belajar dalam hidupnya. Setiap manusia perlu proses pendewasaan, baik pendewasaan secara fisik maupun secara psikis atau kejiwaan. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan atau apresiasi.
Pembelajaran hanya bisa dilakukan oleh lebih dari satu orang. Dalam pembelajaran tidak hanya ada guru dan siswa tetapi juga ada kepala sekolah, staff sekolah hingga teman sejawat yang saling membantu demi terwujudnya pembelajaran. [1]
Studi tentang Proses belajar Mengajar, sangat penting bahkan merupakan suatu keharusan bagi setiap tenaga pengajar baik di tingkat dasar, menengah pertama, menengah atas maupun di perguruan tinggi. Maka dari itu dalam makalah kami kali ini akan dibahas tentang “Model Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Teknik dan Taktik Pembelajaran”.

B.     Rumusan Masalah
Adapun permasalahan dalam  makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan Model Pembelajaran?
2.      Apa yang dimaksud dengan Pendekatan Pembelajaran?
3.      Apa yang dimaksud dengan Metode Pembelajaran?
4.      Apa yang dimaksud dengan Strategi Pembelajaran?
5.      Apa yang dimaksud dengan Teknik dan Taktik Pembelajaran?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Model-Model Pembelajaran
Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Model dapat dipahami sebagai: (1) suatu tipe atau desain; (2) suatu deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses evaluasi sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati; (3) suatu sistem asumsi-asumsi, data-data yang dipakai untuk menggambarkan suatu obyek atau peristiwa; (4) suatu desain yang disederhanakan dari suatu sistem kerja; (5) suatu deskripsi suatu sistemm yang mungkin; (6) penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya.[2]
Model pembelajaran adalah bentuk atau tipe kegiatan yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar oleh guru kepada siswa. Di dalam model pembelajaran terdapat unsur: (1) filosofi atau teori yang menjadi landasan atau ruh dari rumusan teoritis dan praktis sebuah metode pembelajaran; (2) rumusan teoritis metode pembelajaran; dan (3) prosedur praktis penerapan metode pembelajaran.
Model pembelajaran yang ideal adalah model yang mengeksplorasi pengalaman belajar efektif, yaitu pengalaman belajar yang memungkinkan siswa/seorang mengalami atau berbuat secara langsung dan aktif dalam sebuah lingkungan belajarnya. Siswa diberi kesempatan yang luas untuk melihat, memegang, merasakan dan mengaktifkan lebih banyak indera yang dimilikinya.
Beberapa model pem belajaran yang dapat membuat siswa aktif dan dapat dijadikan acuan pengajaran keterampilan di kelas, antara lain:[3]
a.       Model Pembelajaran Kolaborasi (Collaboration Learning)
b.      Model Pembelajaran Individual (Individual Learning)
c.       Model Pembelajaran Teman Sebaya (Peer Learning)
d.      Model Pembelajaran Sikap (Affective Learning)
e.       Model Pembelajaran Bermain (Game)
f.       Model Pembelajaran Kelompok (Cooperative Learning)
g.      Model Pembelajaran Mandiri (Independent Learning)
h.      Model Pembelajaran Multi Model
Berdasarkan teori-teori bealajar dapat ditentukan beberapa pendekatan pembelajaran, dan berdasarkan pendekatan tadi selanjutnya dapat ditentukan beberapa model pembelajaran. Adapun model-model pembelajaran itu digolongkan menjadi empat model utama, yaitu:[4]
a.       Model Interaksi Sosial
Dalam model ini tercakup beberapa jenis strategi pembelajaran, yakni:
(1)   Kerja kelompok
(2)   Pertemuan kelas
(3)   Pemecahan masalah sosial atau inquiry sosial
(4)   Model laboratorium
(5)   Model pengajaran yurisprudensi
(6)   Bermain peran
(7)   Simulasi sosial
b.      Model Proses Informasi (Information Processing Models)
Model proses informasi meliputi beberapa strategi pembelajaran, yakni:
(1)   Mengajar induktif
(2)   Latihan inquiry
(3)   Inquiry keilmuam
(4)   Pembentukan konsep
(5)   Model pengembangan
(6)   Advanced organizer model
c.       Model Personal (Personal Models)
Model pembelajaran personal terdiri dari 4 jenis strategi pembelajaran, ialah:
(1)   Pengajaran non direktif
(2)   Latihan kesadaran
(3)   Sinektik
(4)   Sistem konseptual
d.      Model Modifikasi Tingkah Laku (Behavior Modification Models)

B.     Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan intstruksional tertentu. Pendekatan pembelajarann merupakan aktivitas guru dalam memilih kegaiatan pembelajaran, apakah guru akan menjelaskan suatu pengajaran dengan materi bidang studi yang sudah tersusun dalam urutan tertentu, ataukah dengan menggunakan materi yang terkait satu dengan lainnya dalam tingka kedalaman yang berbeda, atau bahkan merupakan materi yang berintegrasi dalam suatu kesatuan multi disiplin ilmu. Pedekatan pembelajaran sebagai penjelas untuk mempermudah bagi para guru memberikan pelayanan belajar dan juga mempermudah bagi siswa untuk memahami materi yang disampaikan guru, dengan memelihara suasana pembelajaran yang menyenangkan.[5]
Sistem dan pendekatan pembelajaran dibuat karena adanaya kebutuhan akan sistem dan pendekatan tersebut untuk meyakinkan (1) ada alasan untuk belajar (2) siswa belum mengetahui apa yang diajarkan, oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar atau tujuan apa yang diharapkan akan tercapai.
Menurut Syaiful Sagala dalam bukunya “Konsep dan Makna Pembelajaran”, adapun pendekatan pembelajaran yang sudah umum dipakai oleh para guru antara lain pendekatan konsep dan proses, deduktif dan induktif, ekspositori dan heuristik, pendekatan kecerdasan serta pendekatan kontekstual.[6]
Istilah pendekatan pembelajaran bermakna cara-cara yang ditepuh oleh guru untuk menghampiri siswa agar lebih memahami bahan yang diajarkan oleh guru. Istilah ini sebenarya sama atau serupa dengan model pembelajaran dalam substansi maknanya. Terdapat beberapa pendekartan belajar yang digunakan guru, yaitu:
a.       Enquiry-Discovery Learning
Secara umum enquiry-discovery learning dapat dipahami sebagai belajar mencari dan menemukan sendiri. Prosedur yang ditempuuh dalam pendekatan ini adalah sebagai berikut:
1)      Simulation
2)      Problem statement
3)      Data collection
4)      Data processing
5)      Verification, atau pembuktian
6)      Generalization[7]
b.      Ekspository Learning
Guru dalam pendekatan ini menyajikan materi dalam bentuk yang telah dipersiapkan secara rapi, sistematism dan lengkap, sehingga anak menyimak dan mencernanya secara tertib. Prosedur umum pendekatan ini adalah:
a)      Preparasi
b)      Apersepsi
c)      Presentasi
d)     Resitasi
c.       Mastery Learning
Guru dalam mastery learning berupaya emgantarkan kegiatan anak didik ke arah tercapainya penguasaan penuh terhadap bahan yang diberikan. Suharsimi Arikunto dalam konteks ini menyatakan bahwa tugas guru adalah mengupayakan dua kegiatan, yakni kegiatan pengayaan dan perbaikan.
Pendekatan sistem pada mulanya digunakan dibidang engineering untuk merancang sistem-sistem eletronik, mekanik dan militer. Kemudian pendekatan sistem melibatkan sistem manusia mesin, dan selanjutnya dilaksanakan dalam bidang keorganisasian dan manajemen. Pada akhir tahun 1950 dan awal 1960-an mulai diterapkan dalam bidang pendidikan dan pelatihan.
Pendekatan pembelajaran adalah cara-cara yang ditempuh oleh guru untuk menghapiri siswa agar lebih memahami bahan yang diajarkan oleh guru. Kadang-kadang pendekatan pembelajaran dipahami sebagai persamaan (sinomin) dengan model pembelajaran.[8]
Aspek-aspek pendekatan sistem pembelajaran. Yang meliputi aspek filosofis dan aspek proses. Aspek filosofis ialah pandangan hidup yang melandasi sikap si perancang sistem yang terarah pada kenyataan, sedangkan aspek proses ialah suatu proses dan suatu perangkat alat konseptual.
Ciri-ciri pendekatan sistem pembelajaran. Ada dua ciri utama pendekatan sistem pembelajaran, yakni: (1) Pendekatan sistem sebagai suatu pandangan tertentu mengenai proses pembelajaran dimana langsung kegiatan belajar mengajar, terjadinya interaksi antara siswa dan guru, dan memberikan kemudahan bagi siswa untuk belajar secara efektif; (2) Penggunaan metodologi untuk merancanng sistem pembelajaran, yang meliputi prosedur perencanaan, perancangan, pelaksanaan, dan penilaian keseluruhan proses pembelajaran, yang tertuju ke pencapaian tujuan tertentu.[9]
Pola pendekatan sistem pembelajaran. Pendekatan sistem pembelajaran disajikan dalam bentuk bagan arus. Pada bagan tersebut digambarkan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam sistem, yakni:[10]
a.       Identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan,
b.      Analisis kebutuhan untuk transformasikannya menjadi tujuan pembelajaran,
c.       Merancang metode dan materi pembelajaran,
d.      Pelaksanaan pembelajaran, dan
e.       Menilai dan merevisi
Pendekatan pembelajaran dapat berarti anutan pembelajaran yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa dalam pengloahan pesan sehingga tercapai sasaran belajar. Dalam belajar tentang pendekatan pembelajaran tersebut, orang dapat melihat:[11]
a.       Pengorganisasian siswa,
b.      Posisi guru-siswa dalam pengolahan pesan, dan
c.        Pemerolehan kemampuan dalam pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran dengan pengorganisasian siswa dapat dilakukan dengan:
a.       Pembelajaran secara individual
b.      Pembelajaran secara kelompok
c.       Pembelajaran secara klasikal

C.    Metode Pembelajaran
Metode ialah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan pengertian “cara yang paling tepat dan cepat dalam  melakukan sesuatu”. Karena metode berarti cara yang paling tepat dan cepat, maka urutan kerja dalam suatu metode harus diperhitungkan benar-benar secara ilmiah. Karena itulah suatu metode selalu merupakan hasil eksperimen. Kita tahu, sesuatu konsep yang dieksperimen haruslah telah lulus uji teori, dengan kata lain suatu konsep yang telah diterima secara teoritis yang boleh dieksperimenkan.[12] Metode atau metoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu Metha dan Hodos. Metha berarti jalan atau melewati dan Hodos berarti jalan atau cara. Jadi metode adalah suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan ajar agar tercapai tujuan pengajaran.[13]
Metode pengajaran merupaka komponen Proses Belajar Mengajar atau disingkat PBM yang banyak menentukan keberhasilan pengajaran. Guru harus dapat memilih, mengkombinasikan serta mempraktekkan berbagai cara penyampaian bahan yang sesuai dengan situasi. Keberhasilan dalam melaksanakan suatu pengajaran sebagian besar ditentukan oleh pilihan bahan dan pemakaian metode yang tepat. Pembicaraan yang mendalam tentang metode dalam rangka PBM, akan membawa kita ke daerah atau bidang strategi belajar mengajar.[14]
Metodik (Methodentic) sama artinya dengan metodologi, (Methodology), yaitu suatu penyelidikan yang sistematis dan formulasi metode-metode yang akan digunakan dalam penelitian. Mencermati uraian tersebut, dapat dirincikan unsur-unsur penting dari pengertian metode sebagai berikut:
a.       Metode merupakan suatu cara dalam suatu aktivitas,
b.      Metode memiliki cara kerja yang sistematis,
c.       Metode selalu cenderung melibatkan unsur fisik dan mental pendidik dan peserta didik,
d.      Metode berorientasi pada suatu kondisi yang kondusif,
e.       Metode mewarnai kiat tau seni bertindak,
f.       Metode selalu mengacu pada suatu perncapaian tujuan.
Definisi tentang metode mengajar telah banyak dirumuskan oleh para ahli, dalam tulisan ini dikemukakan beberapa diantaranya:
a.       Abd. Rahman Ghunaimah menta’rifkan bahwa metode mengajar adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan pengajaran.
b.      Muhammad Atiyah Al-Abrasyi menta’rifkan pula bahwa metode mengajar adalah jalan yang kita ikuti untuk memberikan pengertian pada murid-murid tentang materi dalam berbagai pelajaran.
c.       Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam, merumuskan sebagai berikut: “Metode mengajar adalah suatu teknik penyampaian bahan pelajaran kepada murid, ia dimaksudkan agar murid dapat menangkap pelajaran dengan mudah, efektif dan dapat dicernakan oleh anak didik dengan baik”.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode megajar adalah suatu cara yang dapat digunakan pendidik dengan berbagai teknik dalam proses belajar mengajar agar materi pelajaran dapat dicerna dengan mudah serta efektif oleh peserta didik.[15]
Guru menggunakan metode-metode mengajar tertentu, yang bertujuan memberi kemudahan bagi peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar. Setiap metode mempunyai kesesuaian dengan bentuk-bentuk belajar tertentu. Pertimbangan untuk memilih metode disamping didasarkan atas kepentingan pencapaian tujuan, juga kesesuaiannya dengan bentuk belajar tersebut. Dalam praktek, seringkali penggunaan metode ini tidak berdiri sendiri tetapi dipadukan dengan metode lain.[16]
a.       Metode Diskusi dan Tanya Jawab
b.      Metode Simulasi
c.       Metode Latihan dan Praktek
d.      Metode Demonstrasi dan Eksperimen
e.       Metode Penemuan
Menurut Ns. Roymond H. Simamora, M.Kep., menguraikan ada beberapa metode pembelajaran yang dapat kita digunakan, diantaranya:[17]
a.       Metode Ceramah
b.      Metode Diskusi
c.       Metode Demonstrasi
d.      Metode Ceramah Plus
e.       Metode Resitasi
f.       Metode Eksperimental
g.      Metode Study Tour (Karya wisata)
h.      Metode Latihan Keterampilan
i.        Metode Pengajaran Beregu
j.        Peer Theaching Method.
k.      Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
l.        Project Method
m.    Taileren Method
n.      Metode Global (ganze method)

D.    Strategi Pembelajaran
Secara terminologi strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Pembelajaran adalah setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Proses pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dan siswa dan siswa dengan siswa. Sedangkan strategi pembelajaran diartikan sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dicapai secara efektif dan efisien. Strategi pembelajaran dapat pula diartikan sebagai pola umum kegiatan guru-murid dalam perwujudan kegaitan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Atau dengan kata lain strategi belajar mengajar merupakan sejumlah langkah yang direkayassa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan mengajar tertentu.[18]
Strategi pembelajaran adalah pola umum untuk mewujudkan proses belajar mengajar. Secara operasional strategi pembelajaran adaah prosedur dan metode yang ditempuh oleh dosen (pengajar) untuk memberikan kemudahan bagi siswa (peserta didik) melakukan kegiatan belajar secara aktif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Suatu strategi pembelajaran merupakan suatu sistem menyeluruh yang terdiri dari lima variabel yakni tujuan pembelajaran, materi pelajaran, metode dan teknik mengajar, siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya.[19]
Berbagai jenis strategi pembelajaran dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai pertimbangan. Menurut Winataputra (2003) ada beberapa pertimbangan dalam hal ini, yaitu:[20]
a.       Berdasarkan Pertimbangan Proses Pengolahan Pesan
(1)   Strategi Deduktif
(2)   Strategi Induktif
b.      Berdasarkan Pertimbangan Pihak Pengolah Pesan
(1)   Strategi Ekspositorik
(2)   Strategi Heuristik
c.       Berdasarkan Pertimbangan Pengaturan Guru
(1)   Strategi Seorang Guru
(2)   Strategi Pengajaran Beregu (Team Teaching)
d.      Berdasarkan Pertimbangan Jumlah Siswa
(1)   Strategi Klasikal
(2)   Strategi Kelompok Kecil
(3)   Strategi Individual
e.       Berdasarkan Pertimbangan Interaksi Guru dengan Siswa
(1)   Strategi Tatap Muka
(2)   Strategi Pengajaran Melalui Media.
Para pakar teori belajar masing-masing mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan pandangannya sendiri. Paling tidak ada empat strategi pembelajaran yang pantas disajikan dan diketahui oleh guru atau calon guru, ialah:[21]
a.       Pembelajaran Penerimaan (Reception Learning)
b.      Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)
c.       Pembelajaran Penguasaan (Mastery Learning)
d.      Pembelajaran Terpadu (Unit Learning)
Menurut Elhefni Dkk dalam buku “Strategi Pembelajaran”, ada beberapa strategi pembelajaran sebagai upaya memberikan pengalaman belajar siswa, sebagai berikut:[22]
a.       Strategi Pembelajaran Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorag guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau mengembangkan ketrampilan tahap demi tahap. Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori, yaitu:
(1)   Persiapan (Preparation)
(2)   Penyajian (Presentasi)
(3)   Kolerasi (Correlation)
(4)   Menyimpulkan (Generalization)
(5)   Mengaplikasikan (Application)
b.      Strategi Pembelajaran Inquiry
Strategi pembelajarann inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajarann yang menekankan pada proses berpikir secara kritis analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan. Secara umum proses pembelajaran menggunakan SPI dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
(1)   Orientasi
(2)   Merumuskan masalah
(3)   Merumuskan hipotesis
(4)   Mengumpulkan data
(5)   Menguji hipotesis
(6)   Memutuskan kesimpulan
c.       Strategi Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademis, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Prosedur pembelajaran kooperatif pada prinsipnya terdiri dari empat tahap yaitu:
(1)   Penjelasan materi
(2)   Belajar dalam kelompok
(3)   Penilaian
(4)   Pengakuan tim
d.      Strategi Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)
e.       Strategi PAIKEM
Pembelajaran menghendaki keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pengetahuan, pemahaman, nilai-nilai yang baik pada diri mereka. PAIKEM menghendaki keterlibatan peserta didik dalam berbagai kegiatan pembelajaran, pendidik menggunakan berbagai alat abntu dan metode, menyeting kelas, dan mendorong peserta didik untuk dapat memecahkan diri sendiri masalah yang dihadapi. PAIKEM singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.[23]
Strategi pembelajaran adalah prosedur atau langkah-langkah teknis yang harus ditempuh untuk menerapkan metode pembelajaran tertentu di kelas. Berbagai jenis strategi pembelajaran dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai pertimbangan.
E.     Teknik dan Taktik Pembelajaran
Selain beberapa istilah di atas ada juga istila “teknik pembelajaran” dan “taktik pembelajaran”. Menurut Sudrajat teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan sutu metode secara spesifik. Misalnya, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak embutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan pengguaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas.[24]
Menurut Kamus Dewan (edisi ketiga), tehnik adalah pengetahuan tentang cara mencipta sesuatu hasil seni seperti musik, karang-mengarang dan sebagainya. Menurut Edward M. Anthony mendefinisikan tehnik adalah suatu cara strategi atau taktik yang digunakan oleh guru untuk mencapai hasil yang maksimum pada waktu mengajar pada bagian pelajaran tertentu.[25] Teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan guru dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.[26]
Teknik-teknik bimbingan  untuk siswa antara lain dengan cara:[27]
a.       Teknik Individual, terdiri dari:
(1)   Directive counseling
(2)   Non-directive counseling
(3)   Eclective counseling
b.      Teknik Kelompok, terdiri dari:
(1)   Home room
(2)   Field drip (karya wisata)
(3)   Group discussion
(4)   Pelajaran bimbingan
(5)   Kelompok bekerja
(6)   Pengajaran remidi
(7)   Ceramah bimbingan
(8)   Organisasi murid
(9)   Sosiodrama dan psikodrama.
Adapun taktik pembelajaran kata Sudrajat merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pebelajaran tertentu yang sifatnya individual.[28] Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat).[29]


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
A.    Model pembelajaran adalah bentuk atau tipe kegiatan yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar oleh guru kepada siswa. Adapun model-model pembelajaran itu digolongkan menjadi empat model utama yaitu: (1) Model interaksi sosial; (2) Model proses informasi; (2) Model personal; dan (4) Model modifikasi tingkah laku.
B.     Pendekatan pembelajaran bermakna cara-cara yang ditepuh oleh guru untuk menghampiri siswa agar lebih memahami bahan yang diajarkan oleh guru. Terdapat beberapa pendekartan belajar yang digunakan guru, yaitu: (1) Enqury-Discovery Learning; (2) Ekspository Learning; dan (3) Mastery Learning.
C.     Metode megajar adalah suatu cara yang dapat digunakan pendidik dengan berbagai teknik dalam proses belajar mengajar agar materi pelajaran dapat dicerna dengan mudah serta efektif oleh peserta didik.
D.    Strategi pembelajaran adalah pola umum untuk mewujudkan proses belajar mengajar. Ada beberapa strategi pembelajaran sebagai upaya memberikan pengalaman belajar siswa, yaitu: (1) Strategi Pembelajaran Ekspositori; (2) Strategi Pembelajaran Inquiry, (3) Strategi Pembelajaran Kooperatif; (4) Strategi Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual; dan (5) Strategi PAIKEM.
E.     Menurut Sudrajat teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan sutu metode secara spesifik. Sedangkan teknik pembelajaran  merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pebelajaran tertentu yang sifatnya individual.



DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Elhefni, dkk,. 2011. Strategi Pembelajaran. Palembang: CV. Grafika Telindo.
Hamalik, Oemar. 2008. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.
------------------. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-teknik-dan-model-pembelajaran/, diakses pada 06 Oktober 2012, pukul 18:10 WIB.
Http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/, diakses pada 06 Oktober 2012, pukul 20:08 WIB.
Musfiqon.  2012.  Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya.
Namsa, Yunus. 2000. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Ternate: Pustaka Firdaus.
Rusyan, A.T.. 1999. Meningkatkan Mutu Kegiatan Dalam Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Kartanegara.
Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: ALFABETA.
Sukardi, Ismail. 2011. Model dan Metode Pembelajaran Modern: Sebuah Pengantar. Palembang: TUNAS GEMILANG.
Tarigan, Djago dan H.G. Tarigan. 1987. Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: ANGKASA.
Umar, Bukhari. 2010. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: AMZAH.


[1] Musfiqon, Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran, (Jakarta: PT .Prestasi Pustakaraya), 2012, hal. 15
[2] Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: ALFABETA), 2010, hal. 177
[3] Ismail Sukardi, Model dan Metode Pembelajaran Modern: Sebuah Pengantar, (Palembang: TUNAS GEMILANG), 2011, hal. 19
[4] Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara), 2011, hal. 128
[5] Syaiful Sagala, Op. Cit., hal. 68
[6] Ibid., hal. 71 
[7] Ismail Sukardi, Op. Cit., hal. 21
[8] Ismail Sukardi, Op. Cit., hal. 17
[9] Oemar Hamalik, Op. Cit., hal. 127
[10] Ibid.
[11] Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta), 2009, hal. 185
[12] Yunus Namsa, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Pasar Minggu: Pustaka Firdaus), 2000, hlm. 3
[13] Bukhari Umar, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: AMZAH), 2010, hal. 180-181
[14] Djago Tarigan dan H.G. Tarigan, Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa, (Bandung: ANGKASA), 1987, hal. 9
[15] Yunus Namsa, Op. Cit., hal. 5
[16] A.T. Rusyan, Meningkatkan Mutu Kegiatan Dalam Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar, (Jakarta: PT Kartanegara), 1999, hal. 47 
[17] Http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/, diakses pada 06 Oktober 2012, pukul 20:08 WIB.
[18] Elhefni, dkk, Strategi Pembelajaran, (Palembang: CV. Grafika Telindo), 2011, hal. 9
[19] Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA), 2008, hal. 162
[20] Ismail Sukardi, Op. Cit., hal. 31
[21] Oemar Hamalik, Op. Cit., hal. 131
[22] Elhefi, dkk, Op. Cit.,hal. 11
[23] Ibid., hal. 23
[24] Ismail Sukardi, Op. Cit., hal. 33
[28] Ismail Sukardi, Op. Cit.,
[29] Http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-teknik-dan-model-pembelajaran/, diakses pada 06 Oktober 2012, pukul 18:10 WIB.